| Forum Diskusi |
| re: Hari-hari raya Tuhan 05 |
| Terima kasih atas pengajarannya tentang hari-hari raya ini. Tuhan memberkati.
salam, Samuel : 7. HARI RAYA PENGUMPULAN (HARI RAYA PONDOK DAUN) : :Imamat 23:34 :"Katakanlah kepada orang Israel, begini: Pada hari yang kelima belas bulan yang ketujuh itu ada hari raya Pondok Daun bagi TUHAN tujuh hari lamanya. : :Mengapa hari raya Pondok Daun harus dirayakan? :Imamat 23:42-43 :Di dalam pondok-pondok daun kamu harus tinggal tujuh hari lamanya, setiap orang asli di Israel haruslah tinggal di dalam pondok-pondok daun supaya diketahui oleh keturunanmu, bahwa Aku telah menyuruh orang Israel tinggal di dalam pondok-pondok selama Aku menuntun mereka sesudah keluar dari tanah Mesir, Akulah TUHAN, Allahmu." : :Ulangan 16:16:13-15 :Hari raya Pondok Daun haruslah kaurayakan tujuh hari lamanya, apabila engkau selesai mengumpulkan hasil tempat pengirikanmu dan tempat pemerasanmu Haruslah engkau bersukaria pada hari rayamu itu, engkau ini dan anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi, orang asing, anak yatim dan janda yang di dalam tempatmu Tujuh hari lamanya harus engkau mengadakan perayaan bagi TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN; sebab TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala hasil tanahmu dan dalam segala usahamu, sehingga engkau dapat bersukaria dengan sungguh-sungguh. :Bangsa Israel menggelar persembahan yang terakhir dan terbesar dari hasil pertama mereka lima hari setelah hari raya Pedamaian pada hari raya yang disebut hari raya Pengumpulan (lihat Keluaran 23:16) . Bangsa Israel memperingati hari raya tujuh hari ini pada akhir musim panas dan judul di atas mencerminkan “pengumpulan” dari hasil tuaian terakhir. Mereka juga menyebut hari raya ini sebagai hari raya Tabernakel karena setiap laki-laki Israel diwajibkan untuk pergi ke Yerusalem untuk mengambil bagian di dalam hari raya ini. Karena tidak cukup “tempat penginapan” untuk para pengunjung yang berjumlah besar ini, maka mereka memasang tenda-tenda sementara (atau tabernakel) untuk peristiwa yang menggembirakan ini. :Sama seperti hari raya Tujuh Minggu menggambarkan tahap pertama dari pekerjaan Roh Kudus, hari raya ini mengungkapkan pekerjaan yang akhir dari Roh Kudus atas nama umat manusia. Pencurahan Roh Kudus besar-besaran akan terjadi ke atas semua manusia tepat sebelum Yesus datang (Yoel 2:28-32). Tahap terakhir dari pekerjaan Roh Kudus ini akan terlihat dengan jelas dan ditandai dengan garis-garis pembatas yang jelas (Zakharia 4:6). Setiap orang akan mempunyai kesempatan untuk mengenal kebenaran Allah dan membuat keputusan untuk menerima keselamatan kekal. Orang yang mau mendengar Roh Kudus akan dipimpin ke dalam seluruh kebenaran (Yohanes 16:13). Orang yang menolak untuk mendengar Roh Kudus akan binasa oleh tipu daya Iblis (2 Tesalonika 2:9-10). Orang yang mengasihi jalan Tuhan (kebenaran-Nya) akan mengalami pencobaan iman yang berat. Bila mereka tetap setia kepada Allah, mereka akan menerima karunia yang besar. Allah akan memberikan mereka “karunia” dari suatu sifat yang tidak berdosa – suatu sifat yang tidak mempunyai kecenderungan atau daya tarik untuk berbuat dosa. Tepat sebelum malapetaka pertama dari murka Allah yang terakhir dimulai (tujuh malapetaka yang pertama), anak-anak Allah yang beriman akan dikaruniakan suatu sifat seperti sifat Adam dan Hawa sebelum mereka jatuh dalam dosa (Ibrani 8:10-13; Roma 1:17; 1 Yohanes 3:2). :Dua tahap terakhir dari pekerjaan Roh Kudus menunjukkan kesabaran Allah yang sangat besar untuk umat manusia dan kehendak-Nya yang amat dalam agar tidak ada seorangpun terhilang. Pertama, Roh Kudus menggerakan pikiran dan hati setiap orang untuk memikirkan jalan-jalan Tuhan. Orang yang menanggapi panggilan Roh Kudus akan mengenali kebutuhannya akan Yesus Kristus sebagai pengganti yang sempurna. Orang yang menerima Yesus akan menyerahkan diri mereka dengan segenap hati kepada Injil Kristus (Yohanes 14:15; 1 Yohanes 2:5). Dengan keputusan ini, mereka telah diperhitungkan sebagai orang-orang yang benar (kebenaran yang belum murni), walaupun waktu pemulihan (karunia Allah) masih belum diberikan (Roma 8:1). Pada saat sangkakala berbunyi, setiap keputusan orang untuk mengikuti Allah akan diuji. Kemudian, pada waktunya yang tepat saat sejarah dunia akan ditutup, orang-orang yang lulus dari ujian akhir dari iman akan dikaruniakan suatu alam yang baru. Kebenaran Kristus akan disampaikan kepada setiap anak-anak Allah yang setia! (Kolose 1:27; Wahyu 10:7). Bila proses ini selesai, umat Allah yang masih hidup tidak lagi membutuhkan seorang perantara atau penegah di Sorga. Setiap anak Allah akan dimeteraikan di dalam alam kebenaran. Yesus mengemukakan saat-saat yang penting ini dengan menyatakan, Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!" (Wahyu 22:11). Kemudian, pada akhir malapetaka ketujuh, Yesus akan muncul di atas awan pada saat kedatangan-Nya yang Kedua. Pada saai itu, Dia akan mengubah tubuh orang-orang kudus yang mati menjadi tubuh yang tidak dapat mati (kemuliaan) (1 Korintus 15:53) :Perhatikan persamaan yang berikut: Di dalam zaman lampau, manusia mempersiapkan lahan dan menanam ladang. Allah memberi air pada benih dan selanjutnya menghasilkan tuain. Keterikatan umat manusia dengan ketuhanan adalah nyata di dalam ilustrasi ini. Hari raya Pengumpulan menyatakan kedatangan Yesus Kedua, ketika pengumpulan hasil akhir dari semua orang-orang kudus terjadi. Mengikuti berbagai zaman, orang-orang Kristen yang setia telah mempersiapkan lahan dan menanami ladang dunia. Allah memberi air pada benih dan menghasilkan tuaian tepat pada waktunya untuk dikumpulkan. Dengan rasa sukacita yang besar dan gembira, laki-laki dan perempuan, anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan akan mendirikan "tabernakel" di dalam kota Sorgawi Allah sampai Yesus Kristus menciptakan Sorga yang baru dan Dunia yang baru. :Sama seperti tuaian lainnya, hasil pertama dari tuaian besar yang terakhir ini akan dipersembahkan di hadapan Allah. Hasil pertama dari tuaian ini adalah 144.000 laki-laki dan perempuan yang akan melayani Allah sebagai para nabi selama Masa Kesesakan Besar (Wahyu 7:14; 14:4). Sejak hasil pertama penuaian dunia adalah milik imam besar dari Israel (Bilangan 18), 144.000 hamba/nabi (hasil pertama penuaian) akan menjadi milik Yesus, Imam Besar manusia. Mereka akan mendampingi Yesus sepanjang kekekalan dan melayani Dia ke mana saja Dia pergi. :144.000 akan menjadi yang pertama yang mengalami karunia dari alam yang baru. Mereka yang pertama menerima “karunia” kebenaran dari Kristus karena mereka yang pertama yang dimeteraikan (Wahyu 7:14). Dengan cara yang sama, siapa yang hidup dalam iman dan bertahan dengan teguh karena kebenaran yang dinyatakan di dalam Yesus, akan dimeteraikan sama seperti 144.000 dimeteraikan. Kemudian, pada akhit Masa Kesesakan Besar (Great Tribulation), Yesus akan “mengumpulkan” orang-orang yang beriman. Akan ada suatu perayaan besar yang diisi dengan perjamuan yang baik, puji-pujian yang tak terlukiskan dan rasa sukacita. (Wahyu 19:9) :Imam Besar :Akhirnya, studi tentang Bait Suci Allah tidak akan lengkap tanpa menilik pengangkatan Imam Besar. Kita dapat mengumpulkan pengetahuan sedikit banyak dan ilustrasi yang indah jika kita mempelajari kedudukan ini secara rinci. Di dalam kasus Harun, Imam Besar Israel yang pertama, kisahnya dimulai dengan panggilan dari Musa. :TUHAN menampakkan diri kepada Musa di dalam nyala api yang keluar dari semak duri dan “memanggil” dia untuk memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Pada waktu dia dipanggil, Musa telah menjadi seorang penggembala untuk 40 tahun. Dia sangat segan untuk menerima tugas yang sangat berat itu pada usia 80 tahun, karena dia telah berusaha untuk membebaskan Israel ketika dia berusia 40 tahun tetapi gagal. Musa dengan bodoh mengeluh kepada Tuhan dan berusaha membebaskan diri dari tugasnya dengan memberikan alasan bahwa dia tidak pandai bicara (Keluaran 4:10). Kecemasan terbesarnya adalah bahwa orang Israel tidak akan mempercayainya. Kesengsaran hidup telah membuat Musa rendah diri dan dia mengetahui bahwa dia tidak bisa, dengan kekuatan dirinya sendiri, memenuhi tugas itu. Oleh karena itu, untuk mendampingi Musa dengan tanggung jawab ini, Allah mengutus Harun, kakak laki-laki Musa, untuk menjadi juru bicaranya. Tidak lama kemudian para penatua Israel dengan segera menerima “panggilan menjadi imam” dari kedua saudara Lewi ini. (Seorang imam adalah seorang yang ditetapkan oleh Allah untuk mewakili manusia di hadapan-Nya Ibrani 5:1). Allah membuktikan bahwa Dia berbicara melalui Musa dan Harun dengan menggunakan tanda-tanda ilahi yang luar biasa. Orang-orang Israel mendengarkan dan menanggapi, dan sama seperti Firaun, menghormati Musa sebagai Allah dan Harus sebagai nabinya. Lihatlah: “Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu “ (Keluaran 7:1) :Di dalam perangai, Harun tidak mempunyai sifat keuletan dan keterusterangan yang dimiliki oleh Musa. Ketika Allah memperintahkan Musa untuk menemui Dia di gunung Sinai untuk 40 hari, Harun menyerah kepada tuntutan dari orang-orang dan mengizinkan mereka membuat patung anak lembu emas. Walaupun sifat Harun lemah, salah satu sifatnya yang baik adalah bersedia untuk mendengar dan bertimbang rasa untuk kebutuhan orang. Sifat ini menunjukkan sifat penting tentang kedudukan dari imam besar – dia harus mengasihi orang-orang. Imam besar harus mempunyai beban khusus untuk ”kumpulan” orang-orang miliknya dan melakukan apa yang dia bisa lakukan untuk melayani mereka dan memenuhi kebutuhan mereka. ( Disini jelas, Harun bertindak terlalu jauh dan berbuat dosa terhadap Allah ketika ia mengizinkan orang membuat patung anak lembu emas). Pada waktu yang sama, karena imam besar berdiri antara Allah dan orang-orangnya, dia juga harus memuaskan kebutuhan Allah. :Musa mengurapi Harun dengan minyak sebagai imam besar dari bangsa Israel (Keluaran 30:30; Imamat 16:32). Dalam peran ini, Allah menugaskan dia untuk melakukan pelayaan “yang penting “ dari tempat kudus. Anak-anaknya juga diurapi sebagai imam dan mereka melakukan pelayanan sehari-hari di tempat kudus. Anak sulung Harun adalah penerusnya di dalam pekerjaannya sebagai imam besar. Ingatlah, Firaun dan orang-orangnya melihat Musa sebagai Allah, dan Harun sebagai nabinya. Penetapan ini mengungkapkan dua aspek dasar tentang pelayanan Kristus di Sorga! Yesus adalah keduanya, Raja segala raja (peran dari Musa), dan Tuan di atas segala tuan (peran dari Harun) (Wahyu 19:16). Peran Yesus sebagai Imam Besar mencakup keduanya, kekuasaan dan sebagai perantara. Hanya Yesus yang dapat melakukan peran ini dengan sempurna. Yesus mengasihi umat manusia dan bersedia melakukan apa saja untuk menyelamatkan manusia. Yesus mendengarkan manusia dan memenuhi kebutuhan mereka. Dia mengetahui pergumulan kita, tidak ada orang lain yang dapat lakukan (Ibrani 4:15). Akan tetapi, Yesus juga mengasihi Bapa-Nya dan ingin membela kebenaran dan kekudusan kerajaan Allah. Cara yang Yesus gunakan berada dalam garis yang sempurna dengan kehendak Allah. Apakah ini konflik kepentingan? Dapatkah Yesus benar-benar mengasihi Allah dan setuju dengan manusia? Ya! Bagi manusia Yesus adalah pendamai yang sempurna dan Domba Allah (Roma 5:10). Hanya Dia yang dapat menyelesaikan masalah keselamatan dan membebaskan Allah dari tuduhan-tuduhan palsu Lucifer (Iblis). :Suatu hari, semua malaikat di sorga dan manusia di bumi akan terheran-heran melihat betapa hebatnya individu Yesus Kristus! Ini seharusnya tidak merupaka suatu kejutan bagi siapapun! Akan datang satu saat kata-kata Yesus akan dipenuhi: “ Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, sambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam TUHAN. Semua orang yang telah bangkit amarahnya terhadap Dia akan datang kepada-Nya dan mendapat malu” (Yesaya 45:23-24) :Kesimpulan :Kita mempunyai seorang sahabat di dalam Yesus. Dia adalah seorang sahabat yang mengerti akan kebutuhan kita. Dia juga mengetahui keterbatasan, kelemahan dan kebodohan kita. Sekalipun demikian, Dia bersedia untuk menjadi Imam Besar kita dan menghadapakan kita di hadapan Allah tanpa cacat. Dia bersedia untuk menyelamatkan kita dan memberikan kita kekuatan untuk mengatasi akibat dosa. Dia bersedia melepaskan kita dari ketakutan, keragu-raguan dan kebiasan-kebiasaan yang buruk. Dia memiliki kuasa untuk melakukan semua ini dan lebih lagi! Mengapa tidak mneyerahkan hati anda kepada-Nya? Mengapa tidak berkata, Tuan, aku mau pergi, menjadi dan melakukan semua apa yang engkau minta. Bila anda bersedia, Dia akan membuat anda berhasil dalam segala hal yang Dia minta anda lakukan! Anda mempunyai seorang sahabat di Sorga, yang begitu besar mengasihi anda sehingga Dia bersedia mati untuk kematian yang kedua buat anda. Dapatkah semata-mata yang dapat memahami kasih seperti ini? Tidak mudah. Itulah sebabnya mengapa kita merasa sulit untuk meminta pertolongan Dia untuk kebutuhan kita yang besar. Tapi pastikanlah hal ini, Dia sanggup menghadapi segala masalah yang anda hadapi saat ini. Oleh karena itu, silahkan Dia menolong anda. Dia sudah siap. APAKAH ANDA SUDAH SIAP? : :GBU |
|
Oleh: Samuel Laporkan ke Moderator (Bantu kami menjaga isi forum ini, laporkan bila isi tayangan ini tidak sopan atau berisi spam!) |
| Tanggapan anda terhadap posting diatas: |